Rabu, 12 Juni 2019

Sejarah dan Generasi Komputer dari Generasi Pertama sampai Sekarang


Generasi Komputer Digital dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu Generasi Pertama (1940-1956), Generasi Kedua (1956-1963), Generasi Ketiga (1964-1971), Generasi Keempat (1971-Sekarang), dan Generasi Kelima (Sekarang dan Selanjutnya).
Seiring dengan perkembangan komputer dari generasi pertama hingga sekarang, komputer telah mengalami banyak perubahan, mulai dari cara komputer beroperasi, ukuran komputer yang menjadi semakin kecil, harga komputer yang semakin murah dan kinerja komputer yang semakin kuat dan efisien.
1.    Generasi Pertama (1940-1956): Vacuum Tube

Komputer generasi pertama menggunakan Vacuum Tube (tabung vakum) untuk sirkuit dan drum magnetik untuk memori, dan sering kali berukuran sangat besar mencapai seluruh ruang bagunan. Komputer generasi ini membuhkan biaya yang sangat mahal untuk membeli dan mengoperasikannya. Selain itu, komputer generasi pertama juga menggunakan banyak listrik dan menimbulkan panas berlebihan yang sering menjadi penyebab kerusakan.
Contoh generasi komputer yang pertama adalah UNIVAC dan ENIAC. UNIVAC merupakan komputer komersial pertama yang dikirim ke klien bisnis, AS Biro Sensus pada tahun 1951. Untuk melakukan operasi, komputer mengandalkan bahasa mesin, bahasa pemrograman tingkat terendah yang dipahami oleh komputer dan hanya bisa memecahkan satu masalah pada satu waktu, dan bisa membutuhkan beberapa hari atau beberapa minggu untuk set-up masalah baru. Input berdasarkan pada punched card (kartu punch) dan paper tape (pita kertas), dan Output ditampilkan pada printout (cetakan). Akan tetapi computer generasi pertama ini memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu:
Kelebihan
  • Vacuum Tube adalah satu-satunya komponen elektronik yang tersedia pada saat itu.
  • Teknologi Vacuum Tube memungkinkan untuk membuat komputer digital elektronik.
  • Bisa menghitung dalam milidetik.
Kekurangan
  • Ukuran komputer generasi pertama sangat besar.
  • Komsumsi daya yang sangat besar.
  • Cepat panas karena memiliki ribuan vacuum tube.
  • Tidak begitu handal.
  • Membutuhkan pendingin ruangan (AC).
  • Memerlukan pemeliharaan secara teratur.
  • Tidak portabel.
  • Produk komersial komputer generasi pertama sangat mahal.
  • Penggunaan komersial terbatas.
  • Kecepatan yang sangat lambat.
  • Kemampuan pemrograman terbatas.
  • Hanya menggunakan bahasa mesin.
  • Menggunakan drum magnetik sehingga kapasitas penyimpanan sangat kecil.
  • Menggunakan punch card untuk input.
  • Tidak fleksibel dan gampang rusak.
2.    Generasi Kedua (1956-1963): Transistor

Transistor menggantikan Vacuum Tube dan mengantar generasi komputer ke generasi kedua. Transistor ditemukan pada tahun 1947, namun tidak digunakan secara luas pada komputer hingga akhir tahun 1950-an.
Transistor jauh lebih unggul dibandingkan dengan Vacuum Tube, dengan menggunakan transistor, komputer menjadi lebih kecil, lebih cepat, lebih murah, lebih hemat energi dan lebih handal dari generasi pendahulunya.
Bahasa pemrograman tingkat tinggi juga sedang berkembang saat itu, seperti versi awal COBOL dan FORTRAN. Komputer generasi ini juga merupakan komputer pertama yang menyimpan instruksi-intruksi pada memorinya, yang mana penggunaan memori juga berubah dari drum magnetik ke teknologi inti magnetik.
Komputer pertama pada generasi komputer yang kedua dikembangkan untuk industri energi atom. Contoh komputer generasi kedua diantaranya IBM 7094 series, IBM 1400 series and CDC 164, dll.
Kelebihan
  • Lebih kecil dibandingkan dengan komputer generasi pertama.
  • Lebih handal dari komputer generasi pertama.
  • Menggunakan daya yang lebih sedikit dan tidak cepat padas.
  • Penggunaan komersial yang lebih luas.
  • Lebih portabel dibandingkan dengan komputer generasi pertama.
  • Kecepatan yang lebih baik dan bisa menghitung data dalam mikrodetik.
  • Menggunakan peripheral yang lebih cepat seperti tape drive, disk magnetik, printer, dll.
  • Menggunakan bahasa Assembly, bukan lagi bahasa mesin seperti komputer generasi pertama.
  • Peningkatan Akurasi.
Kekurangan
  • Memerlukan pendingin ruangan (AC).
  • Memerlukan pemeliharaan secara teratur.
  • Produksi komersial masih susah.
  • Hanya digunakan untuk tujuan tertentu.
  • Mahal dan tidak fleksibel.
  • Masih menggunakan punch card untuk input.
3.    Generasi Ketiga (1964-1971): Integrated Circuit

Perkembangan integrated circuit merupaka ciri khas dari komputer generasi ketiga. Ukuran transistor dibuat lebih kecil dan diletakkan pada chip silikon (disebut semikonduktor), yang secara drastis meningkatkan kecepatan dan efisiensi komputer.
Pada generasi komputer yang ketiga ini, Komputer untuk pertama kalinya bisa diakses oleh masyarakat karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan harga yang lebih murah dari generasi pendahulunya. Contoh komputer generasi ketiga adalah IBM 370, IBM System/360, UNIVAC 1108 dan UNIVAC AC 9000, dll.
Kelebihan
  • Lebih kecil dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
  • Lebih handal dari generasi sebelumnya.
  • Menggunakan daya yang lebih sedikit.
  • Menghasilkan lebih sedikit panas dibandingkan dengan dua generasi komputer sebelumnya.
  • Kecepatan yang lebih baik dan bisa menghitung data dalam nanodetik.
  • Menggunakan kipas untuk pembuangan panas agar mencegah kerusakan.
  • Biaya pemeliharaan lebih rendah karena kerusakan hardware yang jarang.
  • Digunakan untuk tujuan umum.
  • Dapat digunakan untuk bahasa tingkat tinggi.
  • Penyimpanan data yang lebih baik.
  • Fleksibel sampai batas tertentu.
  • Lebih murah.
  • Akurasi yang lebih baik.
  • Produk komersial meningkat.
  • menggunakan mouse dan keyboard untuk input.
Kekurangan
  • Memerlukan pendingin ruangan (AC).
  • Memerlukan teknologi yang sangat canggih untuk membuat chip IC.
4.    Generasi Keempat (1971-Sekarang): Microprocessor

Komputer generasi keempat dimulai dengan penemuan Microprocessor. Microprocessor berisi ribuan IC (integrated circuit). Ted Hoff memproduksi microprocessor pertama pada tahun 1971 untuk Intel yang dikenal sebagai Intel 4004.
Dengan ditemukannya microprocessor, ukuran komputer menjadi jauh lebih kecil dibandingkan dengan tiga generasi komputer sebelumnya. Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan komputer pertama untuk pengguna rumah, dan pada tahun 1984 Apple memperkenalkan Macintosh.
Karena komputer-komputer yang berukuran kecil ini menjadi lebih kuat, mereka bisa dihubungkan bersama untuk membentuk sebuah jaringan, yang akhirnya menuntun ke perkembangan Internet. Generasi komputer yang keempat juga menjumpai perkembangan GUI (Graphical User Interface), mouse dan perangkat genggam. Contoh komputer generasi keempat adalah Apple Macintosh dan Personal Computer IBM.
Kelebihan
  • Lebih kuat dan dapat diandalkan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
  • Berukuran kecil.
  • Kekuatan pemrosesan yang cepat dengan konsumsi daya yang lebih kecil.
  • Memiliki kipas untuk membuang panas sehingga menjaga komputer tetap dingin.
  • Tidak memerlukan pendingin ruangan (AC).
  • Digunakan untuk tujuan umum.
  • Sebagai produksi komersial.
  • Tidak memerlukan perbaikan yang sering.
  • Lebih murah dari generasi-generasi sebelumnya.
  • Semua jenis bahasa pemrograman tingkat tinggi dapat digunakan pada komputer jenis ini.
Kekurangan
  • Dibutuhkan teknologi terbaru untuk pembuatan Mikroprosesor.
5.    Generasi Kelima (Sekarang dan Selanjutnya): Artificial Intelligence

Perangkat komputer generasi kelima didasarkan pada artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang masih dalam proses pengembangan, meskipun ada beberapa aplikasi seperti voice recognition (pengenalan suara) yang sudah bisa digunakan saat ini. Penggunaan pemrosesan paralel dan superkonduktor membantu untuk membuat artificial intelligence menjadi kenyataan.
Komputer kuantum dan molekuler dan teknologi nano akan mengubah wajah komputer secara drastis di tahun-tahun mendatang. Tujuan dari komputer generasi kelima adalah untuk mengembangkan perangkat yang merespon input bahasa alami dan mampu belajar dan mengorganisir sendiri.



Trik menggunakan Pivotchart dan Pivottable


Pivot Chart adalah gambar grafik yang dihasilkan dari Pivot Table yang dapat melakukan filter data secara praktis. Sedangkan Pivot Table merupakan tabel interaktif dan atraktif yang dapat menganalisis perbandingan, pola maupun tren data secara ringkas.
1.    Pivot Chart
Chart atau grafik merupakan bagian penting dalam penyajian sebuah data. Begitu juga untuk data yang sudah disusun dalam bentuk pivot table. Dalam pivot table, sebuah data mentah akan dibuat lebih teratur dan dapat disesuaikan dengan keinginan sehingga penyajiannya lebih mudah dimengerti. Bentuk chart dari pivot table juga memiliki keunggulan dibanding chart atau grafik biasa. Berikut ini langkah-langkah dalam membuat Pivot Tabel:
Tampilkan menggunakan Pivot chart dari tabel “sales of car 2018” dibawah ini untuk komparasi antar produk, Buatlah laporan berdasarkan “product“, “branch“, dan hitung “total“.
1.      Buka File Pivot Chart
2.      Lalu letakkan pointer pada area data
3.      Lalu masuk ke tab insert pilih Pivot Chart, “pada versi Excell 2013 keatas anda dapat langsung membuat pivot chart dari bentuk table (range) biasa.

4.      Kemudian pada window Create Pivot Chart, atur parameter sebagai berikut :

·         Table/Range secara otomatis akan terseleksi, jika dibutuhkan anda dapat seleksi ulang area datanya.
·         Pilih new worksheet untuk lokasi pivotachart agar mudah dianalisa.
5.      Kliklah OK
6.      Lalu pada Sheet baru akan di tambahkan area PivotTable dan PivotChart Kosong, gunakan drag dan drop untuk menampilkan datanya. PivotTable dan PivotChartnya.
7.      Pada drag Field “Car“, “Branch“, dan “Total” dari Pivotable Field List ke Area Pivot, atau Gunakan Ceklist untuk menampilkan data pada PivotTable report.
8.      Lalu letakan Field “Car” dan “Branch” pada area “ROWS”
9.      Letakan Field “Total” pada area “VALUES” (setiap field yang mau di hitung letakan pada field Values”
10.  Maka laporan akan otomatis terbentuk di PivotTable dan PivotChart tampilanya seperti dibawah ini:

11.  Untuk melakukan komparasi penjualan antar cabang anda gunakan filter Field “Branch” sebagai contoh akan melihat penjualan area jakarta dan bandung.

2.    Pivot Tabel
Pivot Table dirancang untuk menyajikan laporan dengan fleksibel menurut baris maupun kolom dari suatu barisan data. Yang dimana baris data dapat dipindahkan menjadi kolom, atau kolom data dapat dipindahkan pula menjadi baris untuk mengamati perbedaan laporan yang dihasilkan terhadap sumber data. Sebelum membuat grafik tabel pivot atau pivot chart anda perlu membuat pivot tabel dari data yang akan dibuat grafik pivot.
Misalkan akan digunakan contoh pada tutorial sebelumnya untuk membuat grafik penjualan pabrik kertas dari tabel berikut:

A
B
C
D
1
Data Pemesanan Produk 1 Februari
2
No.Nota
Produk
Bahan
Jumlah
3
A01
Buku 32 lbr
A4
1230
4
A01
Buku 64 lbr
A4
700
5
A02
Folio F4
F3
94000
6
A02
Buku 32 lbr
A4
7080
7
A03
Buku 64 lbr
A4
8000
8
A04
HVS A4
A4
1800
9
A04
Folio A4
A3
44400
10
A05
Buku 64 lbr
A4
9000
11
A06
Buku gambar A3
A3+
36400
12
A06
Buku 32 lbr
A4
1400
13
A07
Buku 32 lbr
A4
7000
14
A07
Folio F4
F3
6800
15
A07
Buku Gambar A3
A3+
1000

Akan dibuat grafik yang menunjukkan banyaknya jenis produk yang dipesan oleh 7 pemesan per 1 Februari 2018.
Berikut ini langkah-langkah dalam membuat Pivot Tabel:
a.    Membuat pivot tabel dari data
·      Sorot sumber data pada barisan sel A3:B613.
·      Buka ribbon Insert > Tables > PivotTable.
·      Pada kotak dialog Create PivotTable, pilih 'Existing Worksheet' di bawah petunjuk 'Choose where you want...' kemudian klik tombol di sudut kotak isian 'Location:' dan letakkan pointer pada sel D3 lalu tekan Enter. Klik OK.
·      Di samping kanan layar Excel terdapat bilah menu 'PivotTable Field List' lalu anda tandai centang pada 'Tanggal' di bawah petunjuk 'Choose fields to...' sehingga kolom tanggal ditampilkan pada kotak 'Row Labels'. Klik 'Qty' agar kolom tersebut ditampilkan dalam kotak 'Values'.
·      Ganti nama kolom 'Tanggal' di kotak 'Row Labels' menjadi 'Bulan' dengan cara klik icon segitiga di samping 'Tanggal' lalu pilih 'Field Settings...' dan ganti pula nama 'Sum of Qty' pada kotak 'Values' menjadi 'Jumlah Penjualan'.
b.    Menetapkan Output PivotTable
·      Sorot kolom 'Row Labels' dengan cara letakkan pointer pada sel D4 kemudian klik tepi bagian atas sel tersebut hingga kursor berubah menjadi panah menurun ke bawah lalu klik tepi sel tersebut. 
·      Buka ribbon tab PivotChart Tools > Options > Group > Group Selection.
·      Pada kotak dialog 'Grouping', hilangkan tanda centang pada 'Ending at' kemudian sorot/klik Months, Quarters, dan Years pada kotak pilihan 'By'. Klik OK.
·      Letakkan pointer pada sel D4 untuk menyoroti tahun lalu buka ribbon PivotChart Tools > Options > Active Field > Collapse Entire Field. Subkategori Qtr dan bulan untuk sementara dapat disembunyikan dulu.
·      Hilangkan 'Row Labels' dan tombol filter drop-down-nya dengan cara klik kanan sel D3 untuk menampilkan menu shortcut lalu pilih 'PivotTable Options...'. Pada kotak dialognya, buka tab 'Display' lalu hilangkan tanda centang pada 'Display field captions and filter drop downs'. Klik OK.
·      Ganti 'Grand Total' pada sel D6 menjadi 'Total Penjualan' melalui Formula Bar. \
·      Sesuaikan lebar kolomnya dan tampilkan kembali kedua subkategori yang disembunyikan melalui ribbon PivotChart Tools > Options > Active Field > Expand Entire Field..
c.    Menampilkan Subtotal, Menyesuaikan Format dan Desain PivotTable
·      Tempatkan pointer sel pada PivotTable.
·      Ganti 'Years' pada Row Labels menjadi 'Tahun' melalui 'Field Settings...' menu shortcut/klik kanan, kemudian pada tab 'Layout&Print' hilangkan tanda centang pada 'Display subtotals at the top...' dan tandai centang pada 'Insert blank line...' untuk memberikan baris baru di setiap label tahun. Klik OK.
·      Letakkan pointer pada sel D4 untuk menunjuk tahun kemudian klik kanan > Subtotal "Tahun" sehingga Subtotal dapat ditampilkan.
·      Ganti 'Quarters' pada Row Labels menjadi 'Kuartal' melalui 'Field Settings...' menu shortcut/klik kanan, kemudian pada tab 'Layout&Print' hilangkan tanda centang pada 'Display subtotals at the top...'. Klik OK.
·      Letakkan pointer pada sel D5 untuk menunjuk kuartal kemudian klik kanan > Subtotal "Kuartal".
·      Ubah format Number 'Jumlah Penjualan' pada kotak 'Values' dengan menggunakan Category: Currency, Decimal places: 0, dan Symbol: None lalu klik OK.
·      Untuk mengubah tampilan PivotTable, anda dapat membuka PivotChart Tools > Design > PivotTable Styles dan pilihlah tampilan desain yang anda kehendaki.
d.   Memperbaiki Output PivotTable
·      Letakkan pointer pada PivotTable.
·      Buka kotak dialog Find and Replace dengan cara menekan tombol CTRL+F pada keyboard, pilih tab Replace lalu ketik 'Qtr' pada kotak isian 'Find what:' dan ganti menjadi 'Kuartal ' pada 'Replace with:' klik tombol 'Replace All' dan klik OK.
·      Perbaiki nama bulan Mei, Agustus, Oktober hingga Desember.
·      Untuk mengubah '2015 Total' pada sel D25 menjadi 'Total 2015' lakukanlah melalui Formula bar, demikian pula 'Kuartal 1 Total' pada sel D9 menjadi 'Sub Total Kuartal 1', maka Excel secara otomatis akan mengganti tulisan lainnya.
·      Setelah itu, anda sesuaikan lebar kolom D.
e.    Membuat PivotChart
·      Letakkan pointer sel pada PivotTable.
·      Buka ribbon tab PivotChart Tools > Options > Tools > PivotChart.
·      Pada kotak dialog Insert Chart pilih Column > Clustered Column klik OK.
·      Hilangkan legenda melalui ribbon tab PivotChart Tools > Layout > Labels > Legend > None. 
·      Hilangkan judul grafik melalui ribbon tab PivotChart Tools > Layout > Labels > Chart Title > None. 
·      Sesuaikan posisi dan ukuran grafik yang telah anda buat.